Latest Movies :
Tampilkan postingan dengan label politik indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label politik indonesia. Tampilkan semua postingan

Terlambat ke Ponpes Al Khairiah Banten, Jokowi Buka di Jalan



















Banten - Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan menghadiri acara buka puasa bersama di Pondok Pesantren Al Khairiah, Cilegon, Banten. Namun karena padatnya agenda di Jakarta, Jokowi tak hadir tepat saat waktu berbuka puasa.

Pantauan di lokasi, Selasa (1/7/2014) Jokowi tiba pukul 18.15 WIB, sementara waktu berbuka setempat sekitar pukul 17.55 WIB. Jokowi pun berbuka saat masih di kendaraan.

"Tadi Bapak (Jokowi) buka (puasa) di mobil," ujar salah seorang ajudan.

Setelah tiba di lokasi, Jokowi bersalaman dengan santri dan warga sekitar. Setelah itu Jokowi shalat Isya dan Tarawih sebanyak 22 rakaat berjamaah di Masjid An Najaah.

Jokowi mengenakan kemeja kotak-kotak dan peci hitam. Dia berada di shaf terdepan sementara yang memimpin adalah imam masjid tersebut.

Sebelumnya pada pukul 14.00 WIB Jokowi menghadiri pengumuman kekayaan capres-cawapres di KPU bersama rekan duetnya, Jusuf Kalla. Hadir pula pasangan nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Sumber Detik.com

Alasan Sutrisno Bachir Dukung Jokowi-JK

Jakarta - Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Sutrisno Bachir, mendukung Jokowi-JK karena rekam jejak pasangan capres dan cawapres itu sangat baik. Ia pun menegaskan pilihannya itu tak ada hubungan dengan kepentingan partai apapun.

Sebagai warga negara, Sutrisno merasa wajib menggunakan hak pilihnya secara hati-hati untuk memilih calon presiden yang ia yakini bisa memimpin negeri dengan baik lima tahun ke depan.

Pengusaha properti ini menyebutkan bahwa ia harus melalui proses menggunakan akal sehat, hati nurani, dan berkomunikasi dengan Sang Pencipta dengan shalat istiqarah.

"Pertama menggunakan akal sehat, nah kalau akal sehat itu ya dengan track record. Pak Jokowi sebagai wali kota dipilih 90% warga Solo, kemudian dipilih lagi di Jakarta, kemudian dalam waktu dua tahun membuat program-program yang merakyat," kata Sutrisno kepada detikcom di Gedung Trisula Perwari, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Selasa (1/7/2014).

Selanjutnya, Sutrisno berpendapat Jokowi dan Jusuf Kalla memiliki rekam jejak moral yang baik. "Tidak ada kasus, misalnya selingkuh, atau apapun. Keluarganya rukun," tuturnya.

Lebih jauh, pria kelahiran Pekalongan ini memuji prestasi Jusuf Kalla yang selama menjadi Menko Kesra bisa mendamaikan Poso dan Ambon. JK juga mampu mendamaikan Aceh ketika menjadi wapres.

"Ketika tidak menjabat di pemerintahan, beliau berprestasi di PMI dan bermanfaat bagi masyarakat, kemudian menjadi dewan masjid," ucapnya.

Ketika ditanya mengenai alasan ketidakberpihakannya kepada Hatta Rajasa yang notabene adalah Ketua Umum PAN saat ini, Sutrisno mengaku sudah tak lagi terlibat dalam politik praktis.

"Saya kan sudah keluar dari partai, sehingga saya independen," ujar Sutrisno.

Sumber detik.com

Dihukum Seumur Hidup, Akil: Sampai ke Surga pun Saya Banding!



















Jakarta - Sebuah 'rekor' tercatat di Pengadilan Tipikor berupa vonis seumur hidup atas nama terdakwa Akil Mochtar dalam kasus suap sengketa pilkada. Mantan Ketua MK ini pun dengan tegas keberatan atas vonis tersebut.

"Saya mengajukan banding," ujar Akil di hadapan majelis hakim di PN Tipikor, Jakarta, Senin (30/6/2014).

Sedangkan pihak jaksa KPK memilih menggunakan waktu 7 hari yang diberikan jaksa, untuk mempertimbangkan langkah hukum yang akan diambil.

"Kami akan pikir-pikir," ujar Jaksa Pulung Rinandoro.

Di luar persidangan, Akil menegaskan keinginannya untuk banding.

"Sampai tuhan pun saya banding. Sampai surga pun saya banding," kata Akil yang tampak kalem meski mendapatkan vonis maksimal ini.

Majelis hakim PN Tipikor Jakarta menyatakan Akil Mochtar bersalah atas kasus sengketa Pilkada di MK dan pencucian uang. Akil dijatuhi hukuman seumur hidup, durasi hukuman yang persis seperti tuntutan jaksa.

"Menyatakan terdakwa bersalah, menjatuhkan hukuman pidana seumur hidup kepada terdakwa," ujar Ketua Majelis Hakim Suwidya.

Tidak ada denda yang diwajibkan untuk dibayar Akil, seperti yang dituntutkan oleh jaksa. Hakim berpendapat, Akil sudah dijatuhi hukuman durasi maksimal sehingga denda bisa dihapuskan.

Sumber Detik.com

Revolusi Mental Bukan Komunis



















Jakarta - Cawapres Jusuf Kalla menekankan pentingnya menerapkan pendidikan budi pekerti untuk memajukan IPTEK di Indonesia. Oleh sebab itu diperlukan adanya revolusi mental untuk memperbaiki budi pekerti bangsa Indonesia.

Dalam debat cawapres, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu (29/6/2014) malam, JK menegaskan jika revolusi tak selamanya berhubungan komunis. Termasuk revolusi mental yang jadi gagasan Jokowi-JK.

"Bagaimana bangsa Indonesia berani, itulah yang kita sebut revolusi mental. Revolusi tidak selalu berhubungan dengan komunis," ujar JK.

Sebelumnya Sekretaris Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Fadli Zon mengatakan bahwa konsep revolusi mental yang diusung Jokowi-JK dekat dengan komunis.

"Indonesia tak ada hub dg NAZI, yg ada dg komunis. Nah 'Revolusi Mental' punya akar kuat tradisi paham komunis," tutur Fadli melalui akun twitternya @fadlizon, Kamis (26/6).

Sumber Detik.com

GALANG DANA UNTUK JOKOWI JK



















KARANGANYAR-Kebumen, Minggu 22 juni 2014, paha hari minggu kemaren tepatnya di gedung aula RM LESTARI (karanganyar), terdapat acara galang dana untuk JOKIWI-JK , acara yang di mulai pada jam 15:00-16:00 di hadiri lebih dari 1000 orang yang mengastamakan RELAWAN JOKIWI-JK , di hadiri pula para kader PDIP beserta koalisi nya dan tidak itu juga dihadiri pula oleh Gubernur Jawa Tengah  Mas Ganjar Pranowo Selaku Ketua Koordinasi Pemenangan JOKOWI-JK di Jawa Tengah. Dalam acara tersebut mas Ganjar Pranowo menginginkan kemengan  JOKOWI-JK di Kab.Kebumen  sampai 75%  . Mas Ganjar Pranowo juga menyampaikan kralifikasi atas banyaknnya Kampanye Hitam yang di tujukan kepada JOKOWI-JK dan juga membagikan Koran yang isinya tentang MISI VISI JOKOWI-JK beserta klasrifikasi serta fakta-fakta tentang JOKOWI-JK.


Jelang Debat, Timses: Penampilan Jokowi Makin Mantap



















Jakarta - Koordinator debat tim pemenangan Jokowi-JK, Maruarar Sirait mengaku bangga dengan penampilan Jokowi dalam setiap debat. Penampilan Jokowi setiap harinya semakin prima dan percaya diri.

"Sebagai koordinator debat, saya sangat bersyukur, penampilan Pak Jokowi dari waktu ke waktu makin mantap, baik secara substansi maupun artikulasi dan tampil rileks. Dia dapat respon publik yang positif," kata Maruarar saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (21/6/2014).

Dia berujar, sejak awal konsep tim pemenangan adalah menonjolkan diri Jokowi yang apa adanya. Hal itu dianggapnya sudah terealisasi dalam dua kali debat berturut-turut.

Dalam debat ketiga yang akan dilakukan KPU pada Minggu (22/6) besok, Maruarar kembali yakin jagoannya akan kembali menguasai debat. Jokowi sendiri hari ini sedang melakukan persiapan dan latihan melalui diskusi dengan sejumlah tim ahli.

"Konsep kita, Pak Jokowi jadi dirinya sendiri yang sederhana, spontan dan lugas yang berbasis kepada pengalaman. Kelebihannya dia juga menyampaikan pengalaman, tak hanya sekedar visi misi, sebab pengalaman yang sudah terbukti jauh lebih penting. Pak Jokowi kan punya pengalaman sebagai wali kota dan gubernur, tentu sudah banyak berurusan dengan tema apapun mulai pemerintahan, ekonomi dan kesejahteraan rakyat serta hankam dan luar negeri," pungkasnya.

Debat ketiga akan berlangsung Minggu (22/6) nanti dengan tema Politik Internasional dan Ketahanan Nasional dan disiarkan secara langsung di televisi. Debat ini merupakan debat antar calon presiden. Yang menjadi moderator debat ketiga nanti yaitu Prof Hikmahanto Juwana.

Sumber Detik.com

Komunitas Waria Dukung Jokowi Jadi Presiden

Jakarta - Komunitas waria pendukung pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendeklarasikan dukungannya bersama kaum marjinal lainnya. Mereka ingin Jokowi memperhatikan nasib mereka jika kelak terpilih.

"Kita harapkan jika Jokowi terpilih untuk memperhatikan kaum marjinal seperti kita," kata Ketua Forum Komunikasi Waria se-Indonesia, Mami Yulie, di lokasi deklarasi di Jl Prapanca Raya no 28, Jakarta Selatan, Sabtu (21/6/2014).

"Ya pemenuhan hak dasar seperti bekerja, mendapatkan fasilitas kesehatan, pendidikan. Selain itu juga pengen ada perlindungan hukum yang jelas," sambungnya.

Yulie menyatakan dukungan ke Jokowi karena dia menilai Gubernur DKI non aktif itu sederhana dan merakyat. Dia berharap jika terpilih Jokowi untuk tetap seperti itu dan memperhatikan mereka.

Selain kelompok waria, deklarasi itu juga diikuti kelompok orang-orang dengan ukuran tubuh mini dan juga orang-orang buta. Mereka tergabung dalam kelompok Rakyat Merah Putih (RMP).

"Ada 3 deklarasi, kami berharap Jokowi memperhatikan nasib orang-orang terpinggirkan jika nanti terpilih," tandasnya.

Kampanye di Pasar Kajen Pekalongan, Jokowi Sebut Kesabarannya Punya Batas

Pekalongan - Mobil capres no 2 Joko Widodo 'dihadang' ribuan pendukung saat hendak berkampanye di Pasar Kajen, Pekalongan. Akhirnya ia harus berjalan kaki bahkan naik ke atas pegangan tangga untuk memperlihatkan wajahnya pada pendukungnya yang sudah lama menunggu.

Dengan susah payah, di antara lautan manusia pendukungnya, Joko Widodo akhirnya bisa berjalan sekitar 100 meter untuk tiba di Pasar Induk Kajen, Jalan Diponegoro, Kajen, Jawa Tengah.

Setibanya di pasar, Jokowi sampai harus naik ke railing tangga untuk menyapa pendukungnya. Dengan susah payah, ia akhirnya bisa naik sambil mengancungkan kedua tangannya dan membentuk huruf V dengan jarinya.

"Pak Jokowi.. Pak Jokowi," teriak warga.

Sekitar 5 menit ia berdiri, ia kembali berjalan hingga menuju mobil pikap dan berdiri dari atas mobil pikap. Ia berorasi memuji pasar induk Kajen yang menurutnya bersih dan terjaga.

"Bapak ibu harus menjaga kebersihan biar bisa bersaing dengan pasar-pasar modern," ujarnya yang disambut sorak para pedagang.
Jokowi menyatakan tidak akan tinggal diam dengan banyaknya kampanye hitam yang ditujukan padanya.

"Sabar sih sabar. Tiga kali, aku rapopo. Tapi Kalau diteruskan Jokowi juga punya batas kesabaran. Suatu saat akan saya lawan. Saya tunjukkan meski badan saya kurus tapi berani melakukan itu. Jangan coba-coba," ucap Jokowi dengan lantang.

 Jokowi memang beberapa kali menyatakan 'siap melawan' karena terus diserang kampanye hitam. Mendengar perkataan Jokowi, ribuan pendukung dan warga sontak bertepuk tangan.

Pada kesempatan tersebut turut hadir Bupati Pekalongan, Amat Antono yang mengenakan kemeja putih.

"Di sini juga hadir pak bupati. Beliau teman baik saya. Kalau sampai nggak 70 persen lebih. Siapa yang tanggung jawab?," ujar Jokowi melalu pengeras suara.

"Pak Bupati," teriak warga.

"Hehe, ya ndak dong ini tanggung jawab kita semua. Setelah di sini, semuanya mengabarkan tetangga katakan siapa Jokowi JK, siapa di sana," ujar Jokowi.

Kedatangan Jokowi membuat aktivitas pasar terhenti. Para pedagang meninggalkan jualan mereka dan sibuk mengambil gambar atau sekedar melihat sosok Jokowi berorasi.

Setelah berorasi selama 10 menit, Jokowi lantas meninggalkan pasar. Ia lanjut memberikan pengarahan di kantor DPC PDIP Pekalongan, Jawa Tengah.
 

Sumber Detik.com

Survei Membuktikan, Mayoritas Pemilih PD Dukung Jokowi

Jakarta - Lembaga survei Indo Barometer mengukur loyalitas pemilih parpol terhadap pasangan capres yang diusung. Hasilnya, meskipun PD netral namun mayoritas pemilihnya mendukung Jokowi-JK.

"Yang menarik, Partai Demokrat yang tidak secara resmi bergabung dengan salah satu koalisi ternyata mayoritas pemilihnya cenderung ke Jokowi-JK," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, dalam siaran pers, Rabu (18/6/2014).

Survei dilaksanakan pada tanggal 28 Mei – 4 Juni 2014. Survei dilaksanakan di 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan jumlah responden sebesar 1.200 orang (margin of error sebesar ± 3,0% pada tingkat kepercayaan 95%).

Responden survei ini dipilih dengan metode multistage random sampling. Pengumpulan data dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Dari perbandingan karakteristik demografis yang terpilih, tampak bahwa responden survei ini mirip dengan populasi secara keseluruhan.

Sementara itu dukungan parpol koalisi pendukung Prabowo-Hatta tidak maksimal. Hal ini bisa mengganjal langkah Prabowo mengejar ketertinggalan atas Jokowi.

"Tampaknya, dukungan maksimal dari partai pendukung Prabowo-Hatta yang maksimal baru dari Gerindra. Sementara dukungan dari Partai Golkar salah satu anggota koalisi terbesar belum melewati angka 50%," kata Qodari.

"Namun kasus yang mirip sesungguhnya dialami oleh Jokowi-JK. Dukungan maksimal baru datang dari PDIP," pungkasnya.

Berikut hasil survei Indo Barometer seputar sebaran pemilih parpol terhadap capres yang diusung:

1. Partai NasDem: Jokowi-JK (53,3%), Prabowo-Hatta (35,6%)
2. PKB: Jokowi-JK (65,8%), Prabowo-Hatta (28,9%)
3. PDIP: Jokowi-JK (83,8%), Prabowo-Hatta (10,5%)
4. Hanura: Jokowi-JK (45,7%), Prabowo-Hatta (42,9%)
5. PKS: Jokowi-JK (30,6%), Prabowo-Hatta (52,8%)6. Golkar: Jokowi-JK (39,8%), Prabowo-Hatta (43,2%)
7. Gerindra: Jokowi-JK (9,6%), Prabowo-Hatta (88,6%)
8. PAN: Jokowi-JK (25,9%), Prabowo-Hatta (55,6%)
9. PPP: Jokowi-JK (40,7%), Prabowo-Hatta (51,9%)
10. Partai Demokrat: Jokowi-JK (47,6%), Prabowo-Hatta (36,6%).

Sumber Detik.com

Wiranto: Penculikan Inisiatif Prabowo Sendiri, Tidak Ada Perintah Atasan

Jakarta - Mantan Panglima ABRI Wiranto menegaskan tidak ada perintah dari petinggi TNI untuk melakukan penculikan. Wiranto menyebut penculikan inisiatif Prabowo sendiri.

"Penculikan berlangsung saat Panglima ABRI Jenderal (purn) Feisal Tanjung dan kasus dibongkar kebetulan saya yang jadi Panglima ABRI," kata Wiranto di Posko Forum Komunikasi Pembela Kebenaran di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2014).

Saat melakukan pengusutan penculikan itu, Wiranto sempat bertanya kepada Feisal Tanjung apakah dirinya saat menjabat sebagai Panglima ABRI memerintahkan untuk melakukan penculikan. Saat itu Feisal Tanjung menegaskan tidak pernah mengeluarkan perintah untuk penculikan.

"Saya juga katakan tidak pernah keluarkan perintah," kata Wiranto.

"Tidak ada kebijakan pimpinan ABRI Saat itu untuk lakukan penculikan," tambah Wiranto.

Dalam sidang DKP yang menyidangkan Prabowo Subianto, Wiranto sempat menanyakan alasan Prabowo melakukan penculikan terhadap beberapa orang.

"Dijawab itu (penculikan) dilakukan inisiatif sendiri dan keadaan berat saat itu. Jadi itu bukan perintah Panglima ABRI dan atasan," terangnya.

Ahok Tanggapi Santai Saat Dikirimi Somasi Lagi dari Roy Suryo

Jakarta - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan dia kembali mendapat somasi dari Menpora, Roy Suryo. Namun Plt Gubernur yang biasa disapa Ahok ini hanya menanggapinya dengan santai.

"Aku sudah dapat somasi 2 dari Menpora. Kemarin sudah somasi 1, terus langsung somasi 2, mungkin nanti mau somasi 3 lagi. Ya sudah tungguin saja, salah alamat lagi enggak nanti," kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, JAkpus, Kamis (19/4/2014).

Ahok juga mempertanyakan somasi yang dilayangkan Roy kepadanya. Dia mengaku sudah membalas somasi pertama baik secara pribadi lewat BBM maupun lewat surat resmi. Ahok pun masih menganggap somasi Menpora yang menuntutnya minta maaf, salah alamat.

"Aku juga bingung, emang aku pernah ngomongin dia? Aku Cuma ngomong kalau sertifikat sudah diberikan ke Menpora maka Menpora akan memberikan rekomendasi," bebernya.

Somasi kedua ini dilayangkan oleh Kemenpora terkait pernyataan Ahok di media massa soal pembangunan MRT yang terhambat izin pembongkaran Stadion Lebak Bulus di Jakarta Selatan. Kemenpora mengganggap Ahok dan pemprov DKI telah memberikan kecaman yang menyesatkan.

Somasi susulan ini dikirim pada 16 Juni 2014 karena Ahok dianggap masih belum meminta maaf secara terbuka. Kemenpora mengaku Ahok sudah mengirimkan surat klarifikasi atas Somasi 1, tapi surat itu belum merespon permintaan agar Ahok menyampaikan maaf secara terbuka di media massa.

"Menurut Kemenpora telah terjadi pembohongan publik yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta (pernyataan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta dan Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi DKI Jakarta) mengenai berita penyanderaan Mass Rapid Transit (MRT) oleh Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemenpora mengenai belum diterbitkannya rekomendasi pengalihfungsian prasarana Stadion Sepakbola Lebak Bulus menjadi Depo MRT,” demikian penggalan isi somasi itu , seperti dimuat di situs resmi Kemenpora (http://kemenpora.go.id/index/preview/konferensi/51) yang diakses pada Kamis (19/6/2014).

Sumber Detik.com
 
Support : AMIK PGRI KEBUMEN | OKI SATRIA SETIAWAN
Copyright © 2014. O-kiss - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger